- 2017 (15)
- 2016 (58)
- 2015 (32)
-
2014
(116)
-
Desember(22)
- Ayah, Anak dan Burung Gagak
- Inilah Saat yang Kami Tunggu
- Wiro Sableng #73 : Guci Setan
- Resep Saya
- Cinta Cicak
- TEROR EKONOMI – INDIKATOR PALSU IHSG
- Teror Ekonomi – Indikator Palsu IHSG
- Ilalang dan Rumah Laba Laba
- Wiro Sableng #178 : Tabir Delapan Mayat
- Anak Penjual Kue
- Setangkai Bunga di Tebing Gunung
- Sebuah Inspirasi dari Sosok Artis Hollywood Ternam...
- Kesatria Dari Ujung Desa
- Menjelang Ujian Tengah Semester
- Wiro Sableng #73 : Guci Setan
- Eni Kusuma: Belajar adalah Hak Saya!
- Gadis Kecil Dengan Kotak Emas
- Matahari pun Tak Bosan
- Berteman dengan Kekurangan, Membangun Kepercayaan ...
- Keunggulan Utama Anda
- Wiro Sableng #7 : Tiga Setan Darah & Cambuk Api Angin
- Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku
- November(11)
- Oktober(10)
- September(8)
- Agustus(5)
- Juli(7)
- Juni(5)
- Mei(14)
- April(13)
- Maret(14)
- Februari(7)
-
Desember(22)
- 2009 (7)
Blog Archive
-
▼
2014
(116)
-
▼
Desember
(22)
- Ayah, Anak dan Burung Gagak
- Inilah Saat yang Kami Tunggu
- Wiro Sableng #73 : Guci Setan
- Resep Saya
- Cinta Cicak
- TEROR EKONOMI – INDIKATOR PALSU IHSG
- Teror Ekonomi – Indikator Palsu IHSG
- Ilalang dan Rumah Laba Laba
- Wiro Sableng #178 : Tabir Delapan Mayat
- Anak Penjual Kue
- Setangkai Bunga di Tebing Gunung
- Sebuah Inspirasi dari Sosok Artis Hollywood Ternam...
- Kesatria Dari Ujung Desa
- Menjelang Ujian Tengah Semester
- Wiro Sableng #73 : Guci Setan
- Eni Kusuma: Belajar adalah Hak Saya!
- Gadis Kecil Dengan Kotak Emas
- Matahari pun Tak Bosan
- Berteman dengan Kekurangan, Membangun Kepercayaan ...
- Keunggulan Utama Anda
- Wiro Sableng #7 : Tiga Setan Darah & Cambuk Api Angin
- Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku
-
▼
Desember
(22)
About Me
Apakah Anda Menderita Penyakit di bawah ini ?
Welcome
Pengikut
Anak Penjual Kue
Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, "Pak, mau beli kue, Pak?"
Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab "Tidak, saya sedang makan".
Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab "Tidak dik, saya sudah kenyang".
Setelah pemuda itu membayar kekasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir "Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah".
Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini. Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung t
... baca selengkapnya di Anak Penjual Kue Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

0 komentar: